Back
Kunjungan Pengurus PKBSI ke LK calon anggota Fauna Land
Author Susi
Thursday, Apr 19, 2018 1:56 pm
Kunjungan Pengurus PKBSI ke LK calon anggota Fauna Land
Sebagai lembaga konservasi yang baru berdiri dalam beberapa tahun terakhir, Fauna Land Ancol menunjukkan semangat belajar yang tinggi dan keberadaannya mendapat respon yang positif dari masyarakat. Seiring dengan pengajuannya untuk menjadi anggota PKBSI, maka beberapa pengurus PKBSI telah  meninjau secara langsung kondisi Fauna Land Ancol. Kunjungan dilakukan pada Minggu (15/4) dengan anggota terdiri atas  Dewan Pembina PKBSI (Brigjen TNI Purn. Andreas Mere, M.Sc.), Sekjen PKBSI (Tony Sumampau), Kabid Organisasi PKBSI (Prof. Dr. Gono Semiadi), Bidang Konservasi PKBSI (Rika Sudranto dan Drh. Yus Anggoro), Bidang Pelatihan PKBSI (I Nengah Nuyana, S.Si.), dan Korwil DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten (diwakili oleh Afriana Pulungan dan Heransyah Nugraha dari TM Ragunan). Tim PKBSI disambut hangat oleh Direktur Utama Fauna Land, Danny Gunalen, serta pengelola Fauna Land Ancol.

Fauna Land yang terletak di kawasan Ecopark Ancol, merupakan lembaga konservasi berbentuk taman satwa dengan luas sekitar 4,95 ha. Mereka memiliki cukup banyak koleksi burung yang menarik antara lain kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea), rangkong (Buceros rhinoceros), elang bondol (Haliastur indus), cendrawasih (Paradisaea spp.), dan berbagai jenis burung lainnya. Mereka juga memiliki koleksi satwa mammal antara lain tapir (Tapirus indicus), macan dahan (Neofelis diardi), singa putih (Panthera leo kruegeri), bekantan (Nasalis larvatus), dan beberapa jenis satwa dalam dan luar lainnya. Di Fauna Land juga terdapat Interactive Free Flight Bird Show yang menampilkan pertunjukkan berbagai jenis burung yang terbang bebas dan berinteraksi dengan pengunjung.

Fauna Land dipercaya oleh BKSDA Jakarta untuk merawat satwa macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) hasil sitaan. Macan tutul yang awal penitipan ditempatkan di PPSP Cikananga Sukabumi ini sudah berada di Fauna Land sekitar satu bulan dan sudah mulai dapat disaksikan oleh pengunjung. Satwa ini akan masuk dalam program pengembangbiakan dan konservasi macan tutul Jawa yang merupakan jenis langka dan dilindungi di Indonesia.

Area hijau di Fauna Land sangat luas, dengan tetap menjaga sifat terbuka agar dapat membuat pengunjung merasa nyaman. Selain itu, terdapat pula danau dan sungai dimana pengunjung dapat berkeliling sambil menikmati pemandangan menggunakan kapal yang dijalankan dengan tenaga surya yang ramah lingkungan.

Nuansa modern namun tetap alami juga masih terasa disini. Beberapa tempat dan titik lokasi di Fauna Land didesain dengan konsep suasana di Papua. Selain itu, mereka juga memiliki beberapa patung atau monumen berbentuk satwa berukuran besar yang mencuri perhatian dan menjadi lokasi yang sangat menarik untuk berswafoto. Kebersihan pun menjadi hal yang sangat dijaga sehingga hampir tidak ditemukan sampah yang mengganggu.

Selama kunjungan, PKBSI dan Fauna Land saling berdiskusi dan memberikan masukan untuk perbaikan pengelolaan Fauna Land di masa depan. Dengan segala potensinya, Fauna Land dapat menjadi lembaga konservasi yang lebih baik lagi dan turut membawa dampak positif bagi konservasi satwa di Indonesia khususnya melalui kegiatan edukasi bagi pengunjung dan dengan menerapkan  kaidah etika dan kesejahteraan satwa (animal welfare).