Back
Silaturahmi Nasional dan Halal Bihalal PKBSI 2018
Author Susi
Friday, Jul 27, 2018 12:44 pm
Silaturahmi Nasional dan Halal Bihalal PKBSI 2018

PKBSI adalah organisasi yang bermitra dengan pemerintah, untuk itu dalam menjalankan roda kegiatan perlu saling mendukung dan menjalin kerjasama yang baik dengan berbagai pihak guna menjalankan peran dan fungsi organisasi sebagai wadah berhimpunnya lembaga konservasi ex-situ.

Masih dalam suasana Idul Fitri, PKBSI mengadakan acara Silaturahmi Nasional dan Halal Bihalal di Century Park Hotel Jakarta sebagai ajang pertemuan para anggota dengan dewan pengurus, dewan pembina dan dewan penasehat dengan tujuan meningkatkan tali persaudaraan (18/7/2018).

Acara ini dihadiri oleh Ketua MPR RI, Dr. Zulkifli Hasan, SE, MM, selaku Dewan Pelindung PKBSI, Dewan Penasehat PKBSI antara lain Prof. Dr. H. Emil Salim, Jenderal TNI (Purn) Widjojo Soejono, dan Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono, ST, SH, MH., serta jajaran Dewan Pembina PKBSI antara lain Brigjen TNI (Purn) Andreas Mere, MSc, Prof. Dr. Rosichon Ubaidillah, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Ditjen KSDAE, Drh. Indra Exploitasia dan seluruh pengurus juga pimpinan lembaga konservasi anggota PKBSI.

Ketua Umum PKBSI, DR. H. Rahmat Shah mengawali acara silaturahmi nasional yang diadakan di Kridangga Ballroom dengan paparan mengenai tantangan PKBSI di masa depan. PKBSI dan anggota dituntut untuk terus meningkatkan kesejahteraan satwa dan kapasitas SDM dalam mengelola LK di wilayah masing-masing. Hal inibukan saja karena banyaknya kritikan yang datang tetapi juga berkaitan dengan semakin tingginya tuntutan zaman , dimana isu eksploitasi satwa terus digulirkan  secara internasional baik melalui medsos maupun secara terbuka yang dikirimkan melalui email.

Kerjasama antar anggota wajib ditingkatkan agar dapat saling berbagi pengalaman dan pengetahuan dalam pengelolaan LK. “Kita tidak boleh pelit dan miskin dalam komunikasi dan berbagi informasi,” ujar Rahmat Shah.

Silaturahmi Nasional juga diisi dengan perkenalan dengan pejabat Direktur KKH yang baru, Drh. Indra Exploitasia. Dalam sambutannya, Indra mengharapkan dukungan dan bantuan PKBSI dalam konservasi satwa ex-situ untuk menunjang konservasi in-situ melalui kontrol genetik populasi satwa di LK agar dapat dipersiapkan untuk program pelepasliaran ke habitat aslinya. Indra juga mengharapkan peningkatan kesejahteraan satwa di LK dengan mengurangi berbagai bentuk eksploitasi satwa. Selain itu, PKBSI juga diharapkan dapat bekerjasama dengan baik dengan Direktorat KKH dalam hal pembangunan sistem pengawasan kinerja LK dan dapat melibatkan publik.

Dengan akan diadakannya Musyawarah Nasional (Munas) PKBSI pada tahun ini, acara ini juga digunakan untuk sosialisasi Munas dan menampung saran dan masukan terhadap kriteria bakal calon ketua umum PKBSI yang akan ditetapkan dalam Munas tersebut.

Prof. Dr. Rosichon Ubaidillah selaku ketua tim penjaringan bakal calon ketua umum PKBSI memaparkan berbagai kriteria yang sudah disusun berdasarkan AD/ART PKBSI.

Silaturahmi Nasional diakhiri dengan paparan Sekjen PKBSI, Tony Sumampau, mengenai rencana revitalisasi organisasi PKBSI dengan suatu posisi baru dalam sosok Direktur Eksekutif yang akan menjalankan roda organisasi secara teknis.

Acara dilanjutkan dalam tajuk halal bihalal dengan suasana yang lebih santai di Dapour Restaurant. Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, merasa senang dapat terus berpartisipasi dalam acara PKBSI dan mengapresiasi kerja lembaga konservasi yang mau terjun langsung merawat satwa yang terancam punah yang menurutnya merupakan hal yang sangat sulit. Zulkifli juga mengingatkan agar seluruh pihak tetap menjaga suasana damai menjelang tahun politik agar tidak ada perpecahan antar golongan.

Acara halal bihalal juga diisi sambutan jajaran Dewan Penasehat dan Dewan Pembina PKBSI dan ceramah oleh Ustadz Yassir  yang menyinggung tentang sosok pemimpin yang akan membawa PKBSI dalam kepengurusan selanjutnya. Sosok ketua umum PKBSI merupakan posisi yang memiliki beban moral yang tinggi karena bertanggungjawab ke banyak pihak. Sosok ini haruslah merupakan orang yang dapat memenuhi janjinya dan dapat dipercaya oleh semua orang. Pengabdian dalam organisasi PKBSI merupakan wujud ibadah kepada Sang Pencipta yang harus dijalani dengan rasa tulus ikhlas dan terus dilakukan hingga akhir hayat.

Sebagai penutup, Prof. Dr. H. Emil Salim menyampaikan nasehat tentang bagaimana manusia hidup berdampingan dalam suasana berbagai golongan yang berbeda sebagaimana ekosistem berjalan dari perbedaan segala unsur.