Back
CAITAO, GIANT PANDA DI TSI BOGOR, DAPAT PENGHARGAAN INTERNASIONAL
Author Susi
Monday, Jul 30, 2018 10:00 am
CAITAO, GIANT PANDA DI TSI BOGOR, DAPAT PENGHARGAAN INTERNASIONAL

Giant Panda Global Award diselenggarakan oleh Giant Panda Global, sebuah organisasi yang berpusat di Belgia yang bertujuan untuk untuk mempromosikan pekerjaan penting konservasi panda di Cina dan luar China.

Penghargaan ini diberikan juga bertujuan memberi penghargaan kepada Kebun binatang yang telah memberikan kontribusi bagi konservasi Panda diluar China. Giant Panda Global Award dilakukan setiap 1 tahun sekali, dengan nominasi-nominasi antara lain :

1.     Panda Cub of the Year (Bayi Panda Favorit)
2.     Favorite Panda in China (Panda terfavorit di China)
3.     Favorite “returned’ Panda (Panda favorite yang dikembalikan ke china)
4.     Favorite Panda outside China (Panda terfavorite di luar China)
5.     Human Panda Personality (Pribadi yang perduli Panda)
6.     Panda Keeper of the Year (Perawat panda tahun ini)
7.     Veterinarian of the Year (Dokter hewan panda tahun ini)
8.     “Favorite Panda Enclosure” (Exhibit Panda terfavorit)
9.     Panda Moment of the Year (Momen Panda tahun ini)
10  Promising Young Foreign Scientist of the Year (Peniliti Panda di luar China

Indonesia sangat berbangga hati, karena pada masa awal kedatangan Panda ke Indonesia, Cai Tao memperoleh medali Perak (Silver Award) sebagai Panda terfavorit di Luar China. Ini adalah reaksi yang sangat positif dari masyarakat Indonesia dan dunia akan kedatangan Panda ke Indonesia,

Tidak sampai itu saja, Direktur Taman Safari Indonesia, Drs Jansen Manansang dinobatkan sebagai Human Panda Personality setelah Mr. Zhang Hemin Direktur China Conservation and Reseach of Giant Panda dan Mr. Zhang Zhihe Direktur Chendgu Panda Base Sichuan China.

Perhelatan ini diadakan pada Sabtu 28 Juli 2018 pukul 10.00 WIB di Area Istana Panda Indonesia TSI Bogor bersama dengan “World Nature Conservation Day” dimana Perayaan ini adalah untuk mengingat bahwa lingkungan yang sehat adalah fondasi bagi masyarakat yang stabil dan produktif dan untuk memastikan kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang, kita semua harus berpartisipasi untuk melindungi, memelihara, dan mengelola secara berkelanjutan sumber daya alam kita.

Kita semua bergantung pada sumber daya alam seperti air, udara, tanah, mineral, pohon, hewan, makanan, dan gas untuk menjalani kehidupan sehari-hari kita.

Untuk menjaga keseimbangan di alam, kita juga harus membantu berbagai spesies untuk terus ada.

Tidak sampai disitu, Giant Panda Global memandang peran dan dukungan Pemerintah Indonesia dan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok dalam mendukung konservasi satwa langka di Indonesia dan meningkatkan kembali hubungan kerjasama Indonesia-Tiongkok sangat tidak ternilai.

Apresisasi sebagai Global Conservasionist Award ditunjukkan oleh Giant Panda Global kepada Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc dan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia Mr. Xiao Qian atas dukungannya sehingga masyarakat Indonesia dapat lebih dekat dengan Giant Panda.

Event ini  diadakan oleh sebuah organisasi yang diketuai oleh Jeroen Jacobs.

GPGA  merupakan penghargaan bergengsi bertaraf international, dengan senang hati memberikan penghargaan berupa trophy kepada Cai Tao seekor Giant Panda salah satu koleksi satwa yang menjadi Icon Dunia yang tiba di Taman Safari Indonesia ( TSI ) , Cisarua - Bogor  pada 28 September 2017 lalu.

Cai Tao menerima Award untuk kategori panda terfavorit yang berada di luar Tiongkok.

Sementara itu, Drs. Jansen Manansang M.Sc yang juga Direktur TSI mendapat Bronze Award dengan kategori atas jerih payahnya  atas kedatangan  maupun konservasi Giant Panda di Indonesia.

Pemberian Penghargaan berskala International ini juga di hadiri oleh sejumlah tamu undangan, para siswa siswi dari beberapa sekolah ternama di Jakarta, serta para awak media.

TSI sudah sangat terkenal sebagai salah satu dari berbagai taman safari terbesar di Benua Asia dengan komitmen dan peran yang kuat dalam bidang konservasi satwaliar sejak tahun 1995.

TSI juga sebagai pemimpin dalam hal mempromosikan kesadaran dan pendidikan untuk konservasi alam di Indonesia.

Puncak berbagai upaya yang dilakukan Drs. Jansen Manansang M.Sc  untuk kegiatan konservasi tampak jelas dari kedatangan Giant Panda ke Indonesia yang merupakan negara ke 16.

GPGA ini juga diberikan kepada Ibu Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M,Sc yang juga Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang berkontribusi sebagai pembina di bidang konservasi secara global.

Global Conservation Award selanjutnya diberikan kepada Mr. Xiao Qian , sebagai Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT ) untuk Indonesia dalam kontribusinya yang tidak ternilai untuk kemajuan antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah RRT dalam hal konservasi panda.

Atas dukungan  dan eksistensi dari Kedutaan RRT untuk Indonesia, sekarang memiliki kesempatan untuk melihat dan bertukar pengalaman  mengenai Giant Panda dari negara asalnya .

Saat ini hanya ada 1.864 Giant Panda berada di alam. Jumlah populasi Giant Panda di lembaga konservasi tercatat hanya 520 ekor.

Hasil karya para ahli Giant Panda dari Tiongkok pada konservasi in-situ maupun eksitu merupakan sebuah pertanda yang sangat meyakinkan bahwa masih ada harapan bagi satwa terancam punah ini maupun satwa lainnya.

Giant Panda adalah benar-benar wakil dari hidupan liar, dan banyak juga jenis satwaliar lainnya mendapatkan keuntungan dari upaya-upaya yang dilakukan pada bidang konservasi Giant Panda.

Panda sendiri merupakan satwa dari Tiongkok  yang juga satwa icon dunia, lambang perdamaian yang sangat terkenal di Dunia.

Dalam acara tersebut, acara ini dimeriahkan oleh tarian yang menggambarkan kekayaan alam Indonesia.

Taman Safari Bogor sangat bersyukur dengan diterimanya 2 penghargaan sekaligus. Pihaknya akan mempertahankan prestasi yang telah dicapai selama ini.

Dengan diperolehnya penghargaan ini, event tetap berkesinambungan, salah satunya agenda ulang tahun Cai Tao dan Hu Chun  akan dilangsungkan dalam waktu dekat lagi.

 

-Public Relations TSI Bogor-