Back
SERAH TERIMA SATWA SECARA SIMBOLIS KERJASAMA TAMAN SAFARI INDONESIA (TSI) & TAMAN MINI INDONESIA INDAH (TMII)
Author Susi
Wednesday, Sep 19, 2018 3:02 pm
SERAH TERIMA SATWA SECARA SIMBOLIS KERJASAMA TAMAN SAFARI INDONESIA (TSI) & TAMAN MINI INDONESIA INDAH (TMII)

Biawak Komodo (Varanus komodoensis) telah ditetapkan sebagai SATWA NASIONAL oleh negara melalui Kepres No. 4 Tahun 1993, merupakan satwa Iangka Indonesia, yang ditengarai sebagai Kadal Purba Raksasa yang masih hidup.

Sepasang Komodo (Varanus komodoensis) berkelamin jantan dan betina berusia satu tahun hasil penangkaran satwa langka endemik Indonesia yang terbilang sukses di Taman Safari Bogor, akan dihibahkan kepada Taman Mini Indonesia Indah.

Pemberian sepasang komodo dimaksudkan sebagai tindak lanjut kerjasama antara Taman Safari Indonesia dengan Taman Mini Indonesia Indah beberapa waktu lalu. Sedangkan dari TMII akan menyerahkan secara simbolis beberapa jenis satwa, salah satunya adalah jenis unggas.

Kegiatan ini merupakan kerjasama antar lembaga konservasi dalam negeri terhadap konservasi satwa langka secara berkelanjutan dan termonitoring. Kerjasama meliputi bidang konservasi, teknologi, dan Sumber Daya Manusia.

PKBSI sebagai induk organisasi lembaga konservasi di Indonesia, mendukung dan ikut memfasilitasi rencana kerjasama ini sejak awal hingga dapat terealisasi. Dukungan ini sebagai wujud nyata peran PKBSI dalam mendorong anggotanya untuk dapat menjalin kerjasama khususnya di bidang konservasi satwa secara ex-situ. Upaya pengembangbiakan satwa langka di Indonesia bukan hal yang mudah sehingga perlu dilakukan secara bersama agar kualitas genetik individu tetap terjaga dengan baik.

Komodo satwa langka Indonesia ini diserahkan langsung oleh Drs. Jansen Manansang, MSc, Direktur Taman Safari Indonesia kepada Dr. Tanribali Lamo, SH selaku Direktur Utama TMII yang juga dihadiri oleh Dr. Taufik Sukasah, MSi Direktur Umum TMII, Drs. Maulana Cholid Direktur Operasional, serta disaksikan oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam DKI Jakarta, maupun Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat.

Acara penyerahan ini berlangsung di exhibit komodo Taman Safari Indonesia yang pembangunannya berstandar Internasional, pada Selasa (18/9) pukul 10.00 WIB.  

Pada acara ini, juga diadakan presentasi mengenai keberhasilan breeding komodo yang disampaikan oleh Drh. Bongot Huaso Mulia, selaku Studbook Keeper International Komodo Dragon.

Keberhasilan proses perkembangbiakan komodo mulai dari masa kawin, mengerami, hingga bertelur dan menetas, tidak luput dari kerja keras team dokter hewan Taman Safari Indonesia, maupun para keeper di bagian reptil.  Ditunjang dengan desain exhibit yang menyerupai alam aslinya serta menggunakan tata surya sebagai pemanas alaminya.

Komodo yang telah menetas, dilakukan penimbangan dan pengukuran panjang badan yang dilakukan selama 2 minggu sekali. Pemberian pakan, pemberian tambahan kalsium, penjemuran secara berkala, pengambilan darah hingga pemasangan microchip.

Sebagai lembaga konservasi, Taman Safari Indonesia merasa bangga dapat mengembangbiakan komodo, salah satu spesies satwa langka yang mendapat predikat sebagai Satwa Nasional.

Diharapkan komodo hasil breeding tersebut, nantinya juga dapat berkembangbiak dengan baik di tempat barunya di TMII, mengingat komodo adalah salah satu keanekaragaman hayati yang sangat langka dan mendunia.

(Sumber : Public Relations TSI dan PKBSI)