Back
PELATIHAN DASAR PERAWAT SATWA LEMBAGA KONSERVASI
Author Susi
Thursday, Oct 30, 2014 10:06 am
PELATIHAN DASAR PERAWAT SATWA LEMBAGA KONSERVASI
PELATIHAN DASAR PERAWAT SATWA LEMBAGA KONSERVASI
 
Penurunan populasi berbagai jenis satwa terutama yang dilindungi dan endemik di Indonesia semakin kritis dengan berbagai tekanan diantaranya penurunan  luasan dan kualitas habitat alami, perburuan liar, kebakaran, konversi lahan. Sebagai negara dengan keragaman hayati nomor 2 tertinggi di dunia, kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan secara nasional maupun global. Menyikapi hal ini pemerintah dalam hal ini Kementerian Kehutanan menetapkan strategi konservasi untuk 14 spesies prioritas populasi alaminya naik 3 % dalam kurun waktu 2008 – 2014. Meskipun strategi tersebut ditujukan untuk populasi alam, nampaknya dalam kondisi sekarang dan sejalan dengan strategi konservasi dunia tidak dapat dilakukan secara parcial dan perlu dukungan konservasi ex – situ yang dilakukan oleh lembaga konservasi. Implementasi strategi konservasi ex – situ conservation link to in – situ conservation secara nyata telah dilaksanakan oleh beberapa anggota PKBSI diantaranya peningkatan kualitas genetik dan populasi banteng, reintroduksi curik/jalak bali, penyelamatan harimau sumatra dan lainnya yang diharapkan dapat terus tumbuh. Strategi ini sebagai upaya agar kepunahan abadi seperti yang terjadi pada trulek Jawa, harimau Bali, harimau Jawa dll. tidak terulang lagi.
Untuk dapat melaksanakan misi sebuah lembaga konservasi secara optimal diperlukan dukungan kuat pendanaan, upaya peningkatan kapasitas pelaksana, pemahaman makna konservasi, profesionalisme pengelola hingga garda terdepan yaitu perawat satwa atau animal keeper. Fakta yang ada menunjukkan bahwa tingkat kemampuan pengelolaan diantara anggota PKBSI  sangat bervariasi terutama dalam bentuk pengelolaan yang berpengaruh pada kondisi finansial dan kualitas sumberdaya manusia (SDM). PKBSI sebagai organisasi yang merupakan wadah tunggal  Kebun Binatang Taman Satwa Umum, Taman Satwa Khusus, Taman Safari, dan Akuaria memegang peranan strategis dalam membantu dan mendorong upaya peningkatan kemampuan SDM pelaksana pada berbagai tingkatan keahlian.
Pemerintah melalui kementerian pembina teknis yaitu Kementerian Kehutanan sejak tahun 2011 secara bertahap telah melakukan Penilaian (Akreditasi) kepada lembaga konservasi dengan prioritas 7 (tujuh) aspek. Salah satu aspek penting dalam penilaian sebuah lembaga konservasi adalah kualifikasi dan kuantiítas sumberdaya manusia (SDM) pendukungnya yang menjada salah satu kunci koalitas pengelolaan satwa.  Seperti dimaklumi bahwa lembaga pendidikan formal di Indonesia yang menghasilkan SDM tingkat muda dan madya pengelolaan satwa liar sangat terbatas keberadaannya dan tidak seimbang dengan tingkat kebutuhan lembaga konservasi yang meningkat jumlahnya. Oleh karena itu upaya pelatihan yang sifatnya  alih ketrampilan merupakan upaya yang efektif untuk memenuhi kebutuhan SDM pengelolaan satwa di lembaga konservasi menuju pengelolaan yang profesional.
 
Tahun depan, perdagangan bebas ASEAN (AFTA) mulai diberlakukan artinya persaingan tenag di lembaga konservasi juga akan terkena imbas membanjirnya SDM dari luar negeri meskipun punya desempatan yang sama untuk menggepur ke negara ASEAN lainnya. Sebagai bagian upaya peningkatan kemampuan teknis petugas lapangan pengelolaan satwa , PKBSI sebagai induk organiasi menyelenggarakan  pelatihan bagi perawat satwa secara berjenjang dengan penekanan hal-hal yang bersifat teknis pengelolaan satwa (kesehatan, pakan, perbiakan, pengendalian/handling, penandaan, identifikasi), dilengkapi praktek lapangan serta diskusi. Sebagai pelatihan dasar diarahkan mampu memberikan landasan dasar peningkatan kemampuan teknis pengelolaan satwa liar  di lembaga konservasi anggota PKBSI ayang akan segera dilanjutkan dengan tingkat madya (lanjutan) pada tahun depan.
 
TUJUAN
Penyelenggaraan pelatihan dasar bagi perawat satwa di kebun binatang bertujuan:
1. Meningkatkan pemahaman mengenai falsafah, visi, misi kebun binatang di masa kini
2. Meningkatkan pemahaman  tugas dan tanggung jawab perawat satwa  
3. Meningkatkan kemampuan teknis dan ketrampilan perawat satwa sesuai dengan standar pengelolaan taman satwa modern menuju kesejahteraan satwa.
4. Meningkatkan pemahaman bekerja dalam kelompok secara harmonis  
5. Mewujudkan media tukar menukar pengalaman antar peserta.