Back
Global Spesies Management Plan
Author Susi
Friday, Nov 7, 2014 3:55 pm
 Indonesia dan Eropa menandatangani kerja sama untuk menyelamatkan satwa endemik Indonesia, seperti banteng jawa (Bos javanicus), anoa (Bubalus quarlesi), dan babi rusa (Babyrousa babirussa) agar terhindar dari kepunahan.
 
"Kerja sama itu diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum Of Understanding/MoU) antara Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia, Kementerian Kehutanan, dan 'European Association of Zoos and Aquaria' (EAZA)," kata Sekjen Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) Tony Sumampau di Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/11).
 
Ia menjelaskan MoU itu dilakukan bersamaan dengan kegiatan lokakarya manajemen kebun binatang bertema "Menuju Pengelolaan Jenis di Lembaga Konservasi Secara Terpadu" yang diikuti direktur kebun binatang/taman satwa di Indonesia, PKBSI, Kemenhut, yang dipusatkan di lembaga konservasi ex-situ (di luar habitat alami) Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor, Jabar pada 6 November 2014.
 
Selain itu, juga dihadiri peserta dari mancanegara, di antaranya James Burten dari Lembaga Konservasi Alam Dunia (Intemational Union for Conservation of Nature/IUCN), Kristin Leus (EAZA), Christian Kern (Berlin Park), Francis Cabana (Animal Asia Foundation), Rebecca Willers (Curator Shepreth Wildlife Park), Erin Ivory (Animal Management Supervisor North Carolina, Amerika Serikat), Dr Jake Veasey, BSc ,MSc, dan PhD, Cbiol, Mbiol (Canada Zoo).
 
Ia mengatakan pada kesempatan tersebut Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Kemenhut Bambang Dahono Adji menyampaikan bahwa berdasarkan pengamatan pihaknya ternyata di beberapa kebun binatang di Indonesia, ada yang sudah melakukan breeding (penangkaran), tapi ada juga yang tidak melakukan sehingga itu yang menjadi masalah.
 
Menurut dia pihak luar negeri sudah berpikir bahwa banteng saja sudah tidak dilakukan breeding sehingga dibutuhkan kerja sama, seperti untuk banteng.
 
Ia juga menegaskan di luar negeri banteng sudah punah, oleh karena itu banteng dan anoa yang masih ada di Indonesia harus benar-benar terjaga dengan konservasi melalui penangkaran.
 
Oleh karena itu, kata dia, strategi Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kemenhut semua lembaga konservasi harus punya satu jenis model yang mau dikembangbiakkan.