Back
Giant Panda di Taman Safari Indonesia Cisarua, Bogor
Author Susi
Wednesday, Dec 20, 2017 11:32 am
Giant Panda di Taman Safari Indonesia Cisarua, Bogor

Indonesia mengalami momen bersejarah dalam dunia konservasi pada tanggal 28 September 2017 setelah dipercaya menjadi negara ke-16 yang diizinkan mengembangbiakkan Giant Panda (Ailuropoda melanoleuca) melalui program breeding loan atau peminjaman untuk dikembangbiakkan selama 10 tahun. Taman Safari Indonesia I Cisarua Bogor dipercaya oleh negara Tiongkok sebagai LK yang dapat mengembangbiakkan Giant Panda tersebut. Sebelumnya, negara-negara yang telah menjalin kerjasama konservasi Giant Panda antara lain Thailand, Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Australia, Jerman, Austria, Spanyol, Inggris, Belgia, Perancis, Belanda, Amerika Serikat, dan Kanada. Kerjasama ini telah diinisiasi sejak tahun 2010 saat peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Rencana peminjaman Giant Panda ini sudah dibicarakan saat kedatangan Presiden Xi Jinping ke Indonesia pada tahun 2013 dan dibahas kembali agar segera dipercepat saat kunjungan Presiden RI, Joko Widodo, ke Tiongkok pada Maret 2015. Impian PKBSI untuk Indonesia dapat memiliki Giant Panda pun sudah ditindaklanjuti secara langsung melalui Ketua Umum PKBSI, DR. H. Rahmat Shah, yang pada tahun 2013 turut mengirimkan surat kepada Presiden RI saat itu agar dapat membantu proses perizinan peminjaman Giant Panda tersebut. Dan akhirnya, pada tahun ini, impian tersebut dapat menjadi kenyataan.

Tiongkok sudah memeriksa kelayakan Taman Safari Indonesia dari segi lokasi dan fasilitas sehingga mereka dinyatakan dapat mengembangbiakan panda. Upaya ini diperkuat oleh adanya Nota Kerjasama business to business antara PT. Taman Safari Indonesia (TSI) dengan China Wildlife Conservation Association (CWCA) pada tanggal 1 Agustus 2016 di Guiyang, Tiongkok.

Panda yang datang melalui kargo pesawat Garuda Indonesia ini berjumlah sepasang. Mereka dikirim langsung dari Cheng Du, Tiongkok, ke Jakarta melalui rute langsung demi keamanan dan keselamatan Giant Panda selama penerbangan. Panda jantan bernama Cai Tao dan panda betina bernama Hu Chun dengan berat masing-masing 128 kg dan 113 kg, keduanya berumur 7 tahun yang lahir pada Agustus 2010. Panda merupakan satwa langka yang endemik di RRT dan masuk dalam kategori Apendiks I CITES. Peminjaman Giant Panda merupakan simbol persahabatan karena Giant Panda merupakan satwa yang sangat berharga di negara asalnya.

Kedua panda tersebut nantinya akan ditempatkan di Taman Safari Cisarua Bogor, tepatnya di Rumah Panda Indonesia. Bangunan tersebut merupakan area yang khusus dibangun menyerupai kuil untuk kedua ekor panda tersebut. Lokasinya berada pada ketinggian 1800 meter di atas permukaan laut, membuat suasanyanya sangat sejuk dan sesuai dengan habitat alami panda di negara asalnya. Bangunan seluas 4800 meter persegi itu dilengkapi dengan kandang luar dan kandang dalam serta terdapat rumah sakit serta tenaga perawat dan keeper yang sudah dilatih khusus untuk menangani panda tersebut. Selain itu, area untuk lahan bambu sebagai pakan alami panda juga telah disiapkan seluas 10 hektar. Panda umumnya memakan 17 kg batang bambu per hari atau 10-14 kg daun bambu. Dua orang keeper asal Tiongkok juga akan selalu siaga untuk menjaga kedua panda tersebut.

Sebelum dibuka untuk umum, mereka akan dikarantina terlebih dahulu selama kurang lebih 1 bulan untuk beradaptasi dengan lokasi pemeliharaan dan pakannya. Kita berharap bersama agar mereka dapat nyaman berada di lingkungan barunya dan dapat menjadi daya tarik bagi para pengunjung untuk mengunjungi LK sebagai tempat konservasi dan edukasi. Kita juga berharap bersama agar kedua panda tersebut dapat berkembangbiak sebagai bagian dari upaya konservasinya.