Back
Workshop Kedua Global Species Management Plan
Author Susi
Friday, Mar 2, 2018 10:45 am
Workshop Kedua Global Species Management Plan
Setelah workshop pertama dilaksanakan pada Januari 2016, PKBSI bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta IUCN Species Survival Commision (SSC) kembali mengadakan Workshop Global Species Management Plan (GSMP) yang ke-2, di Safari Lodge, Taman Safari Indonesia Cisarua Bogor, 5-9 Februari 2018.

Workshop membahas evaluasi kegiatan GSMP selama tahun 2016-2017 serta rencana aksi yang akan dilakukan dalam dua tahun ke depan yaitu 2018-2019. Pada kesempatan kali ini, komite GSMP Harimau Sumatra bergabung dengan komite GSMP Banteng, Anoa, dan Babirusa sehingga workshop  menjadi lebih komprehensif dan dapat saling bersinergi dengan semua jenis GSMP di Indonesia. Selain itu, diharapkan pula dengan lengkapnya pembahasan keempat jenis satwa tersebut dalam workshop GSMP ini, maka rencana aksi yang akan dilakukan oleh keempat komite ini akan lebih mudah terealisasikan karena dukungan dari semua pihak yang ikut serta dalam kegiatan ini.

Workshop dibuka secara langsung oleh Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH), Bambang Dahono Adji mewakili Dirjen KSDAE. “Harimau Sumatra, Banteng, Anoa, dan Babirusa merupakan jenis satwa liar dilindungi sesuai dengan PP No. 7 Tahun 1999. Dengan ancaman yang ada di alam, maka diperlukan komitmen para pihak untuk menjamin kelestarian populasi tersebut,” ujar Bambang dalam sambutannya.

Dalam penyelenggaraan selama 5 hari, workshop dihadiri oleh 91 peserta terdiri dari 50 institusi yang terlibat mulai dari Kementerian LHK, PKBSI, BKSDA, Balai Taman Nasional, Lembaga Konservasi baik dari dalam maupun luar negeri, serta  LSM yang bergerak di bidang konservasi satwa liar.

Hari pertama berisi evaluasi serta sesi pleno dan paralel untuk kelompok Population Management dari Banteng, Anoa, dan Babirusa. Pada sesi ini, setiap kelompok menyampaikan hasil dari rekomendasi GSMP yang pertama serta sosialisasi draft rekomendasi GSMP yang kedua untuk diimplementasikan selama tahun 2018-2019.

Hari kedua berisi paparan mengenai mekanisme pemindahan satwa oleh Sekjen PKBSI, Tony Sumampau, dan dari Direktorat KKH, Febry Iskandar. Dalam sesi ini, dibahas mengenai berbagai langkah yang mungkin ditempuh dalam proses perizinan pemindahan satwa antar Lembaga Konservasi yang terlibat. Acara berlanjut ke sesi paralel dari kelompok Edukasi GSMP dan kelompok Riset Genetik GSMP.

Hari ketiga berisi diskusi dari kelompok GSMP untuk Husbandry Training atau pelatihan perawatan dan pemeliharaan. Dalam sesi ini, dibahas berbagai rencana aksi yang akan dilakukan mulai dari pembahasan topik materi pelatihan dan finalisasi panduan perawatan dan pemeliharaan untuk keempat jenis satwa bagi setiap Lembaga Konservasi yang mengelola.

Hari keempat berisi diskusi materi dari kelompok Banteng in-situ, Anoa & Babirusa in-situ, komite GSMP Harimau Sumatra, dan tim Fundraising GSMP. Kelompok in-situ membahas mengenai kegiatan yang sudah dan akan dilakukan dalam monitoring populasi dan peningkatan penyadartahuan masyarakat sekitar terutama di area Jawa Timur dan Sulawesi. Komite GSMP Harimau Sumatra membahas informasi populasi Harimau Sumatra di Lembaga Konservasi di Indonesia, Jepang, dan secara global serta kegiatan in-situ Harimau Sumatra oleh Forum Harimau Kita.

Hari terakhir berisi paparan kesimpulan dari setiap Kelompok Kerja mengenai rencana aksi yang akan mereka lakukan selama 2 tahun ke depan. Dalam sambutan penutupannya, Ketua IUCN SSC Asian Wild Cattle Specialist Group, James Burton, mengharapkan agar semua rencana aksi ini dapat terealisasikan melalui komitmen semua pihak yang terlibat. James juga tidak lupa memberikan ucapan terima kasih kepada para Studbook Keeper Nasional PKBSI untuk keempat jenis satwa tersebut yaitu Dr. Drh. Ligaya Tumbelaka (Harimau Sumatra), Drh. Ivan Chandra (Banteng), Drh. Yohana Tri Hastuti (Anoa), dan Sri Pentawati, S.Pt. (Babirusa).

Workshop secara resmi ditutup oleh Direktur KKH, Bambang Dahono Adji. Kita semua berharap bahwa workshop ini dapat mewujudkan berbagai aksi yang akan terealisasikan dalam pengelolaan harimau Sumatra, Banteng, Anoa, dan Babirusa dari berbagai sektor. Dengan aksi nyata tersebut, tentunya kita berharap konservasi keempat jenis satwa tersebut dapat lebih giat dilakukan oleh berbagai pihak dan dapat meningkatkan populasi mereka baik di eksitu maupun in-situ.

Indonesia Zoo & Aquarium Association
RSS Feed